Semarang --- Di sela-sela acara pembukaan rapat
koordinasi terpadu penguatan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan di
Jawa Tengah, ada dua peserta didik maju ke hadapan para hadirin. Mereka
memimpin deklarasi/ikrar Ujian Nasional (UN) jujur, berprestasi dan
pendidikan anti korupsi di Jawa Tengah.
Siapakah keduanya? Mereka adalah Saiful dan Diva.
Saiful adalah siswa kelas XII SMA Negeri 4 Semarang. Sedangkan Diva
siswi dari SMP Negeri 21 Semarang. Keduanya sempat berdialog dengan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh.
Keharuan menyelimuti Saiful ketika Menteri Nuh
bertanya perihal keluarganya. Ayahnya telah lama meninggal dunia, dan
ibunya seorang pegawai negeri sipil. "Saya sangat bangga kepada ibu dan
ayah. Pengabdian mereka kepada negara belum bisa saya gantikan, karena
saya masih seorang pelajar," ujarnya.
Anak bungsu dari dua bersaudara ini bercita-cita
menjadi taruna tentara. Menteri Nuh meyakinkan Saiful, bahwa ia bisa
menjadi seorang Panglima Tentara Nasional Indonesia di masa depan.
Adapun Diva anak ke-dua dari tiga bersaudara. Saat
ditanya Mendikbud tentang cita-citanya, Diva menjawab mantap ingin
menjadi dokter. Seperti halnya terhadap Saiful, Mendikbud juga
meyakinkan Diva dan mendoakannya agar nanti bisa menjadi Menteri
Kesehatan.
Mereka berdua diundang Mendikbud untuk berdialog
karena ingin menunjukkan kepada peserta rakor, bahwa merekalah wakil
generasi yang akan melanjutkan perjuangan saat ini. "Kenapa diundang ke
depan? Karena mereka berdua yang akan menggantikan kita semua
nanti,"kata Menteri Nuh. "Dan demi mereka jugalah saat ini kita
berkomitmen untuk memperbaiki mutu pendidikan," ujarnya meyakinkan.

Posted in: 


0 komentar:
Posting Komentar